Budi Waseso

Nama Lengkap : Drs. Budi Waseso S.H

Agama : Islam
Tempat Lahir : Pati, Jawa Tengah
Tanggal Lahir : 19 Februari 1961
Zodiac : Aquarius
Pangkat : Komisaris Jenderal Polisi
Jabatan : Kepala Badan Narkotika Nasional Sejak September 2015

BIOGRAFI

Budi Waseso menjadi salah satu nama yang sering disebut semenjak ada kisruh antara KPK dan Polri selepas calon Kapolri, Budi Gunawan ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK dan ditangkapnya wakil ketua KPK, Bambang Widjojanto oleh pihak kepolisian.

Budi Waseso sendiri berhasil mendapatkan promosi dan menempati posisi Kabareskrim Mabespolri di awal 2015. Sebelum menjadi Kabareskrim, karir Budi di kepolisian juga terbilang cukup cemerlang.

Di tahun 2009, Budi menjabat sebagai Kepala Bidang Propram Polda Jateng. Setahun kemudian, dirinya ditarik ke Mabespolri untuk menempati posisi Kepala Pusat Pengamanan Internal Mabes Polri.

Budi juga sempat menjadi Kapolda Gorontalo dengan pangkat Brigjen, sebelum naik pangkat menjadi Irjen setelah ditarik ke Mabespolri dan mengisi posisi Widyaiswara Utama Sespim Polri lantas Kasespim Polri.

Tercatat karirnya mulai 2013 melesat dengan menduduki posisi Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri di tahun 2014 yang mana prestasinya selama menjabat di posisi inilah yang menjadi salah satu faktor terpilihnya dirinya sebagai Kabareskrim saat ini.

Terlepas dari karirnya di kepolisian, Budi Waseso dikenal sebagai sosok anggota kepolisian yang tegas terhadap korupsi yang dilakukan pejabat daerah salah satunya Gubernur Gorontalo, Ruslie Habibie saat Budi menjabat sebagai Kapolda Gorontalo.

Nama Budi Waseso juga sempat ramai di pemberitaan media masa saat atasannya yang saat itu menjabat Kabareskrim, Komjen Susno Duadji ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta akibat terlibat korupsi.

Riset dan Analisa dilakukan oleh Dwi Zain Musofa

KARIR

2009 Kepala Bidang Propam Polda Jateng
2010 Kepala Pusat Pengamanan Internal Mabes Polri
2012 Kapolda Gorontalo
2013 Widyaiswara Utama Sespim Polri
2014 Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri
2015 Kabareskrim Polri
September 2015 Kepala Badan Narkotika Nasional

Anang Iskandar

Nama Lengkap : Anang Iskandar

Profesi :
Agama : Islam
Tempat Lahir : Mojokerto, Jawa Timur
Tanggal Lahir : Minggu, 18 Mei 1958
Zodiac : Taurus
Hobby : Fotografi, Melukis
Warga Negara : Indonesia

BIOGRAFI

Anang Iskandar lahir di Mojokerto, Jawa Timur pada tanggal 18 Mei 1958. Lahir dari pasangan Suyitno dan Raumah, hidup Anang Iskandar tergolong tradisional dan sederhana. Iskandar kecil mendapat pengetahuan memotong rambut dari ayahnya yang berprofesi sebagai tukang cukur di sekitar jalan Residen Pamudji, Mojokerto. Pengalaman masa kecil ini membuat mencukur rambut menjadi sebuah hobi yang masih sering dilakukan Iskandar ketika nanti digembleng dalam pendidikan militer AKABRI. Pada saat masuk ke SMA, Anang Iskandar juga sempat mencoba mendalami fotografi. Di samping itu, Iskandar juga pernah dikenal sangat menyukai seni lukis semasa mudanya.

Dikarenakan keadaan ekonomi yang kurang memadai, Iskandar tidak dapat melanjutkan cita-citanya untuk masuk ke fakultas peternakan. Selain mengikuti ujian masuk perguruan tinggi, pria yang sangat menghormati orang tuanya ini juga mengikuti seleksi AKABRI. Pernyataan lulus seleksi AKABRI yang diterima Anang Iskandar bukan hanya menjadi sebuah kebanggaan besar buat diri dan keluarganya, melainkan juga menjadi penentu nasib dan karir cemerlangnya di bidang kepolisian.

Gemblengan pendidikan militer yang diterima Iskandar membantunya mengambil keputusan untuk menjadi perwira polisi. Pada saat menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian, atau AKPOL, Iskandar dikenal rekan sejawat dan para seniornya sebagai pribadi yang trampil, disukai dan suka menolong. Tidak jarang Anang dimintai bantuan untuk mencukur rambut rekan-rekannya bahkan para seniornya. Ketika menjadi senior di AKPOL, Anang sempat memperoleh kesempatan untuk membina para taruna baru di Akademi Kepolisian.

Dilantik menjadi Perwira Muda pada tanggal 15 Maret 1982, Anang Iskandar ditempatkan sebagai Kepala Polisi untuk wilayah Polda Bali (pada saat itu bernama Polda Nusa Tenggara Gabungan). Karir Iskandar terus bergerak naik ketika dipercaya sebagai KAPOLSEK wilayah Denpasar Selatan, dan kemudian KAPOLSEK untuk daerah Kuta. Ketegasannya dalam menjabat dan mengambil keputusan sangat dikenal oleh rekan-rekannya sesama polisi dan bisa jadi sikap tersebut yang ikut membukakan pintu karir pria yang dikenal murah senyum ini ke jenjang yang lebih tinggi ketika dilantik sebagai salah satu pejabat kepolisian wilayah ibu kota, Kasat Serse Polres Tangerang.

Semenjak itu, berbagai posisi tertinggi dalam badan kepolisian negara Republik Indonesia banyak dipercayakan kepada Anang Iskandar. Pria peraih berbagai bintang jasa dan penghargaan kemasyarakatan dan kenegaraan ini pernah memegang tongkat komando tertinggi kepolisian di Kabupaten Blitar dan Kediri, Jawa timur.

Iskandar juga pernah bertindak selaku Kepala SPN (Sekolah Polisi Negeri) di Mojokerto dan di SPN Lido Polda Metro Jaya. Di samping itu, Anang Iskandar juga pernah dipercaya sebagai Kapolres Metro Jakarta Timur dan seterusnya pada 11 Januari 2006 dilantik sebagai Kapolwiltabes Surabaya. 4 tahun berkantor di Surabaya, pada 28 Oktober 2011, Anang Iskandar dipercaya menjabat sebagai Kapolda Jambi. Mulai 2 Juli 2012, Anang Iskandar masih menjabat sebagai Kadiv Humas Polri.

Riset dan Analisis: Mamor Adi Pradhana

PENDIDIKAN

  • Lulus SD Negri 6 Balonggari Mojokerto
  • Lulus SMP Negri 2 Mojokerto
  • Lulus SMA TNH Mojokerto
  • Lulus S1 FH Pancasila, Jakarta
  • Lulus S2 Pasca Sarjana Universitas 17 Agustus Surabaya.
  • Mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Trisakti

Pendidikan polisi :

  • Lulus AKABRI Kepolisian Tahun 1982
  • Lulus PTIK Tahun 1987
  • Lulus Sespim Tahun 1997
  • Lulus Sespati Tahun 2005
  • Susjab Kapolres Tahun 1999
  • Dikjurpa Serse Tahun 1983
  • Lat Penyidikan Narkotika Tahun 1989
  • Lat Penyidik Tahun 1999
  • Pelatihan menembak Senjata Genggam, lulus tahun 1997.

KARIR

  • Wakapolsek Denpasar Kota
  • Kapolsek Denpasar Selatan
  • Kapolsek Kuta Bali
  • Dan KP3 BIA Ngurah Rai Bali
  • Perwira Siswa PTIK
  • Kasat Serse Tangerang Polda Metro Jaya
  • Kapolsek Pancoran Jakarta Selatan
  • KA Unit VC Sat Serse Umum Dit Serse Polda Metro Jaya
  • Paban Muda Binkar Spers ABRI
  • Perwira Siswa Sespim Polri
  • Sesdit Bimas Polda Bengkulu
  • Paban Madya Binkar Spers ABRI
  • Kapolres Blitar Polda Jawa Timur
  • Kapolres Kediri Polda Jawa Timur
  • Kepala Sekolah Polisi Negara Mojokerto Polda Jawa Timur
  • Kepala Sekolah Polisi Negara Lido Polda Metro Jaya
  • Kapolres Metropolitan Jakrta Timur
  • Peserta Sespati Angkatan IX
  • Kapolwiltabes Surabaya Polda Jawa Timur
  • Kapus Cegah Lakhar BNN
  • Dir Advokasi Deputi Cegah BNN
  • Kapolda jambi
  • Kadiv Humas Polri
  • Gubernur Akademi Kepolisian
  • Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN)

PENGHARGAAN

  • Penghargaan dari Gubernur AKABRI UDARAT sebagai Peserta terbaik 3 Chandradimuka th. 1978.
  • Man of the Year Th. 2007 dari Yayasan Penghargaan Indonesia.
  • Penghargaan sebagai Insan penggerak Pembangunan Indonesia Berprestasi Tahun 2007 dan 2008
  • Borgol Award JTV th. 2007 dan 2008
  • Penghargaan sebagai Citra Insan Informasi Indonesia,
  • Peraih Mesin Jahit Emas, 100 Tahun Singer.
  • Penghargaan dari Gubernur BI, Atas Prestasi mengungkap peredaran Uang Palsu
  • Penghargaan dari Gubernur PTIK, Atas Pengabdian dalam pelaksanaan Outbond Mahasiswa PTIK.
  • Penghargaan dari Negara
  • Satya Lencana, kesetian 8 Tahun
  • Satya Lencana, kesetian 16 Tahun
  • Satya Lencana, kesetian 24 Tahun
  • Satya Lencana, Dwijasista.
  • Satya Lencana, Yanautama
  • Bintang Bhayangkara Nararya.

Gories Mere

Nama Lengkap : Gories Mere
Profesi :
Agama : Katolik
Tempat Lahir : Flores
Tanggal Lahir : Rabu, 17 November 1954
Zodiac : Scorpion
Warga Negara : Indonesia

BIOGRAFI

Gories Mere merupakan salah seorang penegak hukum yang karirnya cukup gemilang. Jabatannya terus menanjak naik sampai akhirnya dia dinobatkan sebagai Ketua Badan Narkotika Nasional. Di bawah kepemimpinannya, cukup banyak kasus narkotika yang terungkap, antara lain kasus narkoba yang melibatkan selebriti terkenal, Ahmad Albar dan Zarima si Ratu Ekstasi. Pria yang lahir di Flores, Nusa Tenggara Timur, ini juga turut menyukseskan terbentuknya Densus 88 yang merupakan badan anti-teror di Indonesia.

Semasa jabatannya di kesatuan anti-teror tersebut, Mere tak segan memberi perintah kepada anak buahnya untuk melepaskan tembakan apabila tersangka mencoba kabur. Di satu sisi, ketegasan ini mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat, namun di sisi lain, perintah tersebut juga menimbulkan tudingan miring terhadap dirinya. Mantan Direktur Reserse di Kesatuan Polri yang menganut agama Katolik ini kerap dikecam karena dianggap sebagai ancaman bagi kaum ekstrimis Islam. Ditambah lagi, adalah tugas Mere yang kerap memimpin penggerebekan terhadap terorisme yang kebanyakan dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan jihad dalam Agama Islam.

Terlepas dari hal tersebut, perwira polisi yang memasuki masa pensiunnya pada 2013 ini memang cukup kontroversial di mata publik. Namanya sempat disebut ikut serta dalam rangkaian operasi penggerebekan narkotika di Medan, Sumatera Utara, padahal jabatan Mere saat itu sudah sebagai Kepala BNN. Keberadaan ‘juragan nomor satu’ di BNN ini terendus media ketika tersiar kabar Danlanud Medan mengirim surat kepada Kapolda Sumatera Utara berisi protes atas ‘penerobosan’ yang dilakukan Densus 88 di Bandara Polonia. Densus disebut tidak menaati aturan yang berlaku di bandara sesuai dengan standar internasional. Surat juga menyebut adanya kehadiran seorang jenderal bintang tiga di dalam rombongan tersebut. Beberapa waktu kemudian, sosok Mere juga kembali menyita perhatian media ketika dirinya dikabarkan terlibat dalam kasus korupsi proyek Solar Home System (SHS).

Namun, semiring apapun tudingan terhadap perwira penerima penghargaan khusus dari pemerintah Australia ini, yang juga perlu diluruskan adalah bukti sederet jasa dan prestasi Gories Mere di kancah kepolisian Indonesia, khususnya dalam bidang reserse dan intelijen.

Riset dan analisis: Laili Dian R.W.N. – Mochamad Nasrul Chotib

KARIR

  • Kepala Polisi di tingkat Resort
  • Direktur Reserse
  • Wakil Kapolda
  • Kepala Densus 88
  • Wakil Kabareskrim
  • Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN)

PENGHARGAAN

  • Honorary Award in Order of Australia (HAOA) dari Pemerintah Australia.